SANGGAR SENI BISSING

Screenshot_20180426_041451

01

Sanggar Seni BISSING berdiri pada tahun 1996. Dulu bernama teater BISSING, angkatan pertama dipelopori oleh Iwan Bejo dengan pembinanya Mbah Ruwi atau Drs. Ruwiadi. Di tahun 1997, Ayah dan Mas Wahyudi resmi masuk ke teater Bissing sebagai pembina. Dulu, Ayah pernah vakum satu tahun pada 1999, dan pada 2001 juga pernah vakum tiga bulan. Selama vakum, teater Bissing dilatih oleh Mas Aman dan Mas Ashwin dari Saggar Biru.

Nah, di tahun 2004 barulah Teater Bissing resmi berubah menjadi Sanggar Seni BISSING seiring dengan keikutsertaannya sebagai anggota PPST (Paguyuban Peminat Seni Tradisi) Jawa Timur. Sejak itu pula, SSB tidak pernah absen dalam memperoleh penghargaan teater.

Konsep PPST/ASP di tahun 2004-2009 adalah kejuaraan. Barulah mulai tahun 2010 sampai saat ini berkonsep festival dan hanya diambil 5 penyaji terbaik. Sejak tahun 2004 itu pula, SSB hanya tiga kali tidak meraih penghargaan yel-yel terbaik. Yaitu di tahun 2004, 2009, dan 2014.

Baik dalam proses PPST atau independen, SSB sudah melahirkan 54 proses produksi. Di antaranya, Kala Bajang, Kelana Titah yang ditampilkan saat Duta Seni Pelajar se-Jawa Bali dan Lampung, Suryatmaja Sang Senopati, Opera Primadona, Senopati Brang Wetan, Sang Kumbakarma, Rog-Rog Asem, Bang Lawan Putih, Sayang Ada Orang Lain, Titah Purabaya, Mantra Togog, dan Mak Comblang.