PPST: Ajang Perlombaan Seni Bergengsi Jawa Timur

 

IMG-20190215-WA0017

Salam Budaya!
Pembaca yang budiman, apa sih PPST itu? PPST merupakan singkatan dari Paguyuban Peminat Seni Tradisi. PPST adalah sebuah event tahunan yang diselenggarakan oleh dinas kebudayaan dan pariwisata Provinsi Jawa Timur. Event tersebut meliputi pendidikan dan pengembangan seni tradisi. Tujuan dari PPST ini adalah untuk menentukan paguyuban mana yang akan mewakili Jawa Timur dalam Duta Seni Pelajar Nusantara. Singkatnya PPST adalah perlombaan seni tradisi tahunan di Jawa Timur.
Pada Tahun 2018, Sanggar Seni Bissing menampilkan sajian dengan judul karya “Ingsun”. Sebenarnya, Ingsun telah dipentaskan di malam tasyakuran 17 Agustusan di Pendopo Ronggo Jumeno Kabupaten Madiun. Ingsun sendiri menceritakan tentang perjuangan pahlawan terlupakan asal Madiun. Ronggo Prawirodirjo III namanya, pahlawan yang dianggap pemberontak asal Madiun. Kisahnya dimulai ketika Beliau harus menjadi menantu Sri Sultan Hamengku Buwono ke II. Sejak pendudukan bangsa Kolonial di Indonesia, rakyat Nusantara semakin sengsara. Sebagai seorang Bupati, sekaligus penasihat pribadi sultan, Raden Ronggo tidak tinggal diam. Ia melancarkan serangan-serangan kepada pihak colonial. Di tengah-tengah gerilyanya, ada perasaan rindu terhadap sosok istri yang telah lama menghadap Ilahi. Namun, perasaan itulah yang coba dijadikan sebagai pembakar semangat yang terus berkobar.
Kembali ke PPST guys. PPST menjadi agenda penting pagi paguyuban-paguyuban di Jawa Timur. Bukan sekedar menjadi yang terbaik di dalam perlombaan tersebut, tetapi bagaimana menyampaikan nilai-nilai luhur di tengah bentuk masyarakat yang modern seperti sekarang. Maka tidak heran bahwa PPST sering diikuti oleh paguyuban dari sekolah-sekolah ternama di Jawa Timur, salah satunya Sanggar Seni Bissing SMAN 1 Geger kita! Wow!
Persiapan untuk menghadapi PPST tidaklah mudah. Perjalanan panjang selalu menemani tiap-tiap peserta. Kita harus mempersiapan fisik dan mental sebelum mulai latihan. Setiap pulang sekolah, selama 2 bulan, kita selau berlatih dengan giat. Tak jarang karena waktunya mepet kita harus latihan hingga larut malam. Bahkan pernah beberapa kesempatan, kita diharuskan untuk tidur di sekolah. Sungguh pengalaman yang sangat berharga bagi kami.
Perjalanan tidak sampai disini, setelah semua persiapan dirasa cukup, kami menyatukan tekad untuk melangkah bersama dalam perlombaan PPST. Apapun hasilnya, bagaimanapun penampilannya, kami tetap bersyukur atas nikmat Tuhan tersebut. Ada perasaan sedikit was-was mengingat peserta lain yang jauh lebih unggul dibanding kami. Tetapi, inilah kami, kekuatan bersatu kami lah yang memberikan semangat.
Setelah penampilan usai, kini saatnya untuk mendengarkan pengumuman. Maklum, kami baru pertama kali mengikuti event PPST ini, sebelumnya kita hanya mendengarkan cerita dari kakak-kakak kami saja. Tibalah waktu pengumuman. Pemenang kategori emas jatuh kepada Sanggar Seni Bissing! Haru, deru melebur jadi satu disana. Kami dengan segala keterbatasan tidak menyangkan akan seberhasil ini. Untuk kalian teruslah bersemangat dalam mengejar cita-cita kalian. Jangan lupa, bahwa hasil tidak pernah menghianati usaha.
Terima kasih. Sampai jumpa di postingan selanjutnya!
4 2 25 Satu kata, Satu hati, Satu tujuan! Mbadot Sampek Modar!
Salam Budaya!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *