DONGKREK ‘KEWANEN’ SEPASMA

Sepasma atau Sepasar Ing Madiun 2017 kali ini dilaksanakan mulai hari Selasa tanggal 13 Juni 2017 di Alun-Alun Kabupaten Madiun, Mejayan. SEPASMA merupakan serangkaian acara  dalam rangka rangkaian kegiatan perayaan Hari Ulang Tahun Kabupaten Madiun ke-449 Tahun 2017. Tujuan diadakannya yaitu untuk meningkatkan proses pembelajaran para peminat seni tradisi dalam mengelola seni pertunjukan, menggali dan melestarikan budaya dan kearifan lokal di Kabupaten Madiun, memberi motivasi siswa untuk melestarikan dan mengembangkan serta meningkatkan seni tradisi bagi Pendidik dan Peserta didik.

Alhamdulillah..

Dalam mengikuti kegiatan lomba dongkrek tersebut, ekstrakulikuler Sanggar Seni Bissing memperoleh juara ke 2. Hal ini tak lepas dari perjuangan Ayah dan Pak Priyo dalam mendidik kami, dan juga semangat seluruh anggota yang tak kenal luntur dalam mengikuti kegiatan ini. Berikut adalah konsep cerita yang diusung Sanggar Seni Bissing dalam mengikuti Lomba Dongkrek Sepasma :

KEWANEN

Perilaku masyarakat dewasa ini, makin lama makin meninggalkan akar budaya bahkan bisa jadi menggerus nilai-nilai kodrati yang dibawanya dari lahir. Betapa tidak¸ begitu pesatnya kemajuan teknologi, begitu maraknya penggunaan media sosial sebagai sarana komunikasi membuat jarak interaksi antar manusia semakin renggang. Manusia menjadi hilang nilai-nilai sosialnya, dan bangsa kita adalah bangsa yang begitu tergopoh-gopoh menerima berombongan teknologi tersebut. Siapapun terkena imbasnya, dari orang-orang yang melek teknologi hingga orang-orang yang baru mengenal tuts keyboard komputer. Dari orang-orang yang berpendidikan tinggi, hingga orang-orang yang baru mengenal ABCD. Betapa mirisnya ketika ibu-ibu muda lebih asyik memainkan gadgednya, mematut-patutkan diri dicermin untuk kemudian mengunggahnya dijejaring sosial. Sementara anak-anaknya yang merindu belai kasih ibunya ikut-ikutan terseret pada imaji-imaji maya. Kesenian tradisi Dhungkrek khas Kabupaten Madiun memiliki nilai-nilai pengajaran luhur yang tidak akan hilang digerus jaman. Gambaran wanita-wanita desa yang digoda oleh gandarwo dan kemudian menyebarkan wabah “wahgebluk”. Bukankah ini sama halnya dengan gandarwo-gandarwo dalam wujud kekinian seperti halnya handphone, media sosial, dan lain-lain, yang siap memenjarakan manusia yang terbelenggu oleh nafsu amarah, aluama, mudmaina, dan suqiah. Bangsa ini harus diselamatkan dan yang bisa menyelamatkannya adalah jika kita kembali di fitrah. Menyirami kembali benih-benih kehalusan budi pekerti, rasa pengrasa, pengangen-angen, dan pengendalian diri agar anak cucu kita kelak tidak menjadi gandarwa-gandarwa baru.

BUKA BERSAMA

REUNIAN YUKK

Momen puasa tahun 2017 ini nggak akan disia-sia in nih guys. Tahun ini Bissing XXI mengadakan acara buka bersama sekaligus bembukaan tim produksi PPST ‘Mantra Togog’ 2017. Acara kali ini dilaksanakan pada tanggal 15 Juni 2017 di rumah makan Soto Kudus. Disini banyak alumni Sanggar Seni Bissing yang datang, bahkan mulai dari angkatan pertama loh guys. WOW!!

Acara ini memang sengaja mengundang alumni-alumni kita dari generasi perintis, tujuannya agar tali silahturahmi yang sudah terjalin dapat terus berhubungan dengan baik. Serta, kami meminta dukungan dan doa dari para alumni agar lomba PPST yang akan kami ikuti dapat berjalan dengan lancar.

Berikut dokumentasi yang kita abadikan, let’s see :

(Pesan : Bagi alumni yang berhalangan hadir di buka bersama 2017 jangan baper ya lihat fotonya 😀 Tenang kak, masih ada buka bersama ditahun berikutnya)

BKKBN

Bersamaan dengan event dongkrek Sepasma pada tanggal 13 Juni 2017, Sanggar Seni Bissing juga dimintai tolong oleh BKKBN untuk mengisi acara pertunjukan drama dua anak cukup. Disini anggota terlebih dahulu melakukan rekaman untuk pementasan tersebut. Sehingga pada saat hari H pemain hanya mengikuti gerakan suara. Atau dalam bahasa terkininya yaitu dubbing 😀

Kekompakan antar anggota sangat diuji saat itu, karena konsentrasi setiap anggota terpecah pada dua event, yaitu Lomba Dongkrek Sepasma dan Drama Parodi BKKBN.  Berikut dokumentasi yang dapat kita ambil :

DIKLAT PENGURUS ANGKATAN XXI

Dalam setiap ekstrakulikuler, pastilah ada kepengurusan didalamnya. Sama halnya dengan Ekstrakulikuler Bissing. Diklat pengurus merupakan program kerja wajib tahunan yang kita miliki disamping diklat anggota. Berbeda dengan diklat pengurus sebelum-sebelumnya, diklat pengurus kali ini tidak diadakan masa pra-diklat. Hal ini dikarenakan waktu yang tidak memadai. diklat pengurus kali ini pun berbeda dengan diklat pengurus sebelumnya. pada biasanya, pra-diklat dilaksanakan di luar SMA dan pada saat diklat dilaksanakan di lingkungan SMAN 1 Geger.

Namun, berbeda dengan diklat pengurus Angkatan XXI. Kali ini, diklat pengurus dilaksanakan 2 hari 1 malam di Sanggar Biru Madiun di Sanggar Biru Madiun, Jl. Pilang A.M.D Ds. Pilang Bango Kec. Kartoharjo Kota Madiun. Diklat Pengurus Angkatan 2017-2018 ini dilaksanakan pada tanggal 24-25 Mei 2017. Diklat ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, terbinanya komunitas dan kerjasama yang baik antar anggota, meningkatkan mental dan kemampuan fisik serta membentuk kepribadian yang baik bagi semua anggota, merangsang kecintaan siswa untuk belajar lebih dalam tentang khasanah budaya baik tradisional maupun modern.